Binjai – Wawa Jiji, mengimbau seluruh kepala sekolah tingkat SMP di Indonesia untuk tidak ragu dalam menerapkan sistem sekolah lima hari.
Ia menilai bahwa kebijakan sekolah lima hari bukan hanya relevan dengan perkembangan zaman, tapi juga dapat mendorong efisiensi dan peningkatan kualitas pendidikan.
“Saya tahu ada yang masih ragu, takut dengan perubahan, khawatir protes dari orang tua murid. Tapi, perubahan ini adalah bagian dari reformasi pendidikan yang perlu didukung,” ujarnya dalam sebuah seminar pendidikan di Jakarta,
Menurut Wawa Jiji, sistem sekolah lima hari sudah diterapkan di banyak negara dan terbukti membawa dampak positif, termasuk peningkatan produktivitas guru dan keseimbangan waktu belajar siswa.
“Justru ini mengajarkan manajemen waktu. Guru dan siswa belajar untuk bekerja lebih fokus dalam waktu yang tersedia,” tambahnya.
Dalam konteks global, sistem sekolah lima hari dianggap lebih ramah ini
Anak-anak punya waktu lebih banyak di akhir pekan untuk istirahat, kegiatan sosial, dan keterlibatan dalam komunitas.

Baca Juga : Pergantian Jitu Luis Milla yang Mengantar Indonesia ke Semifinal
Selain itu, guru juga memiliki waktu akhir pekan untuk pengembangan diri, persiapan materi, dan keseimbangan kehidupan pribadi.
Wawa menyebut bahwa sistem sekolah enam hari sudah tidak lagi sesuai dengan ritme kehidupan modern dan kebutuhan generasi masa kini.
Ia pun meminta kepala sekolah tidak hanya melihat kebijakan ini dari sisi administratif, tetapi dari perspektif kemanusiaan dan pedagogis.
“Jangan diam saja. Sosialisasi adalah bagian dari kepemimpinan. Kepala sekolah harus turun langsung menjelaskan manfaatnya,” katanya.
Lebih lanjut, Wawa menekankan pentingnya kolaborasi antara kepala sekolah, komite sekolah, dan orang tua dalam menyukseskan transisi ke lima hari belajar.
Menurutnya, sekolah yang berhasil menerapkan sistem ini biasanya punya kepemimpinan yang kuat dan komunikasi yang terbuka.
Ia mencontohkan beberapa SMP di Jawa Barat dan Yogyakarta yang sukses menerapkan sistem ini tanpa gejolak berarti.
Kunci keberhasilan mereka terletak pada konsistensi komunikasi dan komitmen semua pihak terhadap peningkatan mutu pendidikan.





