, ,

Presiden PKS Ungkap Ada Relawan Hanyut 3 Km saat Banjir-Longsor di Sumatera

oleh -255 Dilihat

Jeritan Binjai – Presiden PKS Ungkap Ahmad Syaikhu, mengungkapkan sebuah kisah heroik dan tragis yang terjadi dalam operasi penyelamatan saat bencana banjir dan longsor yang melanda beberapa daerah di Sumatera baru-baru ini.

Bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatera, terutama di Sumatera Barat dan Sumatera Selatan, telah menewaskan puluhan orang, merusak ribuan rumah, serta mengakibatkan kerugian materiil yang sangat besar. Sebagai bagian dari respons kemanusiaan, ribuan relawan, termasuk dari PKS, diterjunkan untuk memberikan bantuan kepada korban, mulai dari evakuasi, penyediaan logistik, hingga perawatan medis bagi mereka yang terdampak.

Tragedi di Tengah Operasi Penyelamatan

Ahmad Syaikhu menyampaikan bahwa meskipun tugas relawan sangat berat dan berbahaya, mereka tetap turun ke lapangan dengan penuh semangat dan dedikasi. Namun, di tengah usaha penyelamatan korban banjir dan longsor, terjadi sebuah insiden yang sangat mengkhawatirkan.

Satu relawan kami hanyut sekitar tiga kilometer akibat arus yang sangat kuat saat sedang mengevakuasi warga. Ia terseret di tengah banjir yang deras, dan kami baru berhasil menemukannya setelah beberapa jam pencarian,” ujar Syaikhu dengan nada serius, Senin (11/12/2025).

Presiden PKS Ungkap
Presiden PKS Ungkap

Baca Juga : Prabowo Kunjungi Korban Banjir di Aceh Tamiang

Relawan yang menjadi korban tersebut adalah Dani Pratama, seorang anggota relawan PKS yang terlibat dalam tim evakuasi di daerah Solok, Sumatera Barat. Dani, yang dikenal sebagai sosok yang sangat aktif dalam berbagai kegiatan sosial, sedang berusaha menyelamatkan seorang ibu hamil yang terjebak di rumahnya saat banjir datang. Namun, saat mencoba menyeberangi sungai kecil yang meluap, Dani terseret arus dan terbawa sejauh tiga kilometer.

Tim SAR, bersama relawan lainnya, segera melakukan pencarian setelah menerima laporan mengenai hilangnya Dani. “Dengan menggunakan perahu dan bantuan dari tim SAR gabungan, kami akhirnya menemukan Dani di lokasi yang cukup jauh dari titik awal kejadian. Untungnya, ia masih hidup, meskipun dalam kondisi lemah dan mengalami luka-luka ringan,” ungkap Koordinator Relawan PKS di Sumatera Barat, Budi Santoso.

Kondisi Relawan yang Terselamatkan

Dani Pratama ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan segera diberikan pertolongan pertama. Setelah dievakuasi, ia dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk menjalani perawatan intensif. Meski sempat kritis, Dani kini dalam kondisi stabil dan sedang dalam pemulihan.

“Alhamdulillah, Dani sekarang sudah sadar dan kondisi fisiknya mulai membaik.

Syaikhu menambahkan bahwa kejadian ini menunjukkan betapa berat dan berisikonya tugas yang diemban oleh para relawan. “Kami mengucapkan terima kasih kepada semua relawan PKS yang telah berjuang di garis depan. Mereka adalah pahlawan sejati yang tidak mengenal lelah dalam membantu sesama, bahkan dengan risiko yang sangat besar,” ujar Syaikhu.

Banjir dan Longsor Melanda Sumatera

Bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatera, khususnya Sumatera Barat dan Sumatera Selatan, terjadi pada awal Desember 2025. Curah hujan yang tinggi menyebabkan sungai-sungai meluap, memicu banjir yang melanda sejumlah wilayah pemukiman. Di beberapa daerah, tanah longsor juga terjadi, mengubur rumah-rumah dan merusak fasilitas umum.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga kini, lebih dari 200 titik yang terdampak bencana, dengan ribuan rumah hancur dan banyak warga yang terjebak di lokasi-lokasi yang terisolasi. Sebagian besar korban adalah warga yang tinggal di daerah dataran rendah dan lereng-lereng bukit yang rawan terjadi longsor.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengerahkan semua sumber daya yang ada untuk melakukan upaya penyelamatan dan membantu warga yang terdampak bencana. “Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk relawan, untuk memberikan bantuan logistik, perawatan medis, dan fasilitas sementara bagi korban banjir dan longsor,” ujarnya.

PKS Tanggapi Bencana dengan Bantuan dan Relawan

Sejak bencana pertama kali melanda, PKS langsung menerjunkan tim relawan yang terdiri dari anggota partai, simpatisan, serta masyarakat umum yang tergabung dalam PKS Peduli. Mereka bertugas untuk membantu evakuasi korban, mendistribusikan makanan dan obat-obatan, serta memberikan dukungan psikologis bagi para korban yang kehilangan rumah dan harta benda mereka.

“Ini adalah ujian bagi kita semua, tetapi juga kesempatan untuk saling membantu. Kami di PKS berkomitmen untuk terus berada di garda terdepan dalam membantu masyarakat, terutama dalam bencana seperti ini. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk saling bergotong-royong, karena ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga kita semua,” tambah Ahmad Syaikhu.

Selain itu, PKS juga membuka posko bantuan di beberapa titik, yang bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan darurat, mendistribusikan bahan pangan, serta menyediakan tempat pengungsian sementara bagi mereka yang rumahnya rusak parah. Dalam beberapa hari terakhir, PKS telah berhasil mengumpulkan donasi yang cukup besar dari masyarakat untuk membantu proses pemulihan di daerah-daerah yang terdampak.

Dukungan Terhadap Relawan dan Pekerjaan Kemanusiaan

Pernyataan Syaikhu juga menyoroti pentingnya memberi perhatian lebih kepada para relawan yang berjuang di lapangan. Ia menegaskan bahwa relawan bukan hanya sekedar pekerja sosial, tetapi mereka adalah orang-orang yang dengan sukarela mengorbankan waktu dan tenaga mereka untuk membantu sesama. “Kami harus memastikan keselamatan mereka dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi mereka dalam pekerjaan kemanusiaan ini,” tegasnya.

Ahmad Syaikhu juga mengungkapkan bahwa PKS akan terus memberikan dukungan moral dan material kepada relawan yang telah bekerja tanpa kenal lelah di lapangan, serta kepada keluarga mereka yang turut merasakan dampak dari tugas-tugas berat ini.

“Kepedulian dan semangat gotong royong adalah nilai yang harus kita junjung tinggi. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk ikut bergabung dalam membantu para korban bencana, baik secara langsung maupun melalui donasi,” pungkas Syaikhu.

Presiden PKS Ungkap Penyelamatan dan Pemulihan Jangka Panjang

Sementara itu, proses pemulihan pascabencana di Sumatera masih akan memakan waktu yang cukup lama. Selain melakukan evakuasi dan penyediaan bantuan sementara, pemerintah dan relawan juga fokus pada upaya rehabilitasi infrastruktur yang rusak akibat longsor dan banjir.

BNPB menyatakan bahwa mereka akan terus memantau kondisi lapangan, sementara berbagai organisasi kemanusiaan, termasuk PKS, terus bergerak untuk mengumpulkan donasi dan bantuan untuk mendukung warga yang terdampak.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.