Binjai – Polda Sebut Korban melaporkan bahwa jumlah korban meninggal akibat bencana alam yang melanda beberapa daerah di provinsi ini meningkat menjadi 62 orang.
Sebelumnya, angka korban yang tercatat adalah 50 orang. Bencana alam yang terjadi sejak pekan lalu berupa banjir bandang, longsor, dan angin puting beliung, telah merusak banyak rumah, infrastruktur, dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Polda Sebut Korban Penanganan terhadap korban dan upaya pemulihan kawasan yang terdampak bencana masih terus dilakukan oleh aparat kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan berbagai lembaga terkait.
Polda Sebut Korban Bencana Alam yang Melanda Sumut

Baca Juga : Jalan Depan Kampus Unimed Banjir Parah, Begini Penampakannya
Sejak awal minggu ini, wilayah Sumatera Utara dilanda serangkaian bencana alam yang cukup parah. Banjir bandang yang terjadi di beberapa kabupaten, terutama di Kabupaten Karo, Deli Serdang, dan Langkat, menyebabkan ribuan rumah terendam dan memaksa ratusan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Selain itu, beberapa daerah juga mengalami longsor yang memutuskan akses jalan dan menimbulkan kerugian materiil yang besar.
Banjir bandang ini juga mempengaruhi akses transportasi antar-kabupaten, dengan sejumlah ruas jalan utama yang terendam dan rusak parah. Sementara itu, beberapa desa di daerah pesisir yang dilanda angin puting beliung mengalami kerusakan pada atap rumah dan pohon tumbang, yang menambah kesulitan di tengah bencana.
Peningkatan Jumlah Korban Meninggal
Polda Sumut melaporkan bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat bencana alam ini terus meningkat. Hingga Kamis sore (28/11), jumlah korban jiwa tercatat mencapai 62 orang, dengan mayoritas korban berasal dari Kabupaten Karo dan Deli Serdang, dua wilayah yang paling parah terdampak banjir dan longsor.
“Sebanyak 62 orang dilaporkan meninggal dunia, dengan 48 orang ditemukan di Kabupaten Karo dan 14 orang lainnya berasal dari Deli Serdang. Banyak di antara korban meninggal karena tertimbun material longsoran tanah atau terjebak di rumah yang terendam banjir,” kata Kombes Pol. Ardiansyah, Kepala Bidang Humas Polda Sumut, dalam keterangan persnya.
Sebagian besar korban adalah warga yang tinggal di daerah rawan bencana, yang rumahnya tertimbun longsor atau terendam banjir. Pencarian korban yang hilang masih berlangsung, dengan melibatkan tim SAR dan relawan dari berbagai daerah.
Upaya Penanganan dan Evakuasi Korban
Tim gabungan yang terdiri dari Polda Sumut, BPBD, TNI, Basarnas, dan berbagai organisasi kemanusiaan terus melakukan upaya evakuasi dan pencarian korban.
Kami juga sudah menurunkan alat berat untuk membuka akses jalan yang terputus agar bantuan bisa sampai ke lokasi-lokasi yang lebih terpencil,” jelas Kombes Pol. Ardiansyah.
Selain evakuasi korban, pemerintah daerah dan instansi terkait juga berupaya untuk mendistribusikan bantuan logistik kepada warga yang terdampak, seperti makanan, pakaian, dan obat-obatan.
Peringatan Dini dan Antisipasi Bencana Lanjutan
Pemerintah dan pihak terkait mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana lanjutan, mengingat kondisi cuaca yang masih belum stabil. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat dan gelombang tinggi di beberapa daerah di Sumut, yang dapat memicu bencana serupa.
“Kami terus berkoordinasi dengan BMKG untuk mendapatkan informasi terkini tentang cuaca. Selain itu, kami juga mengimbau masyarakat untuk menghindari daerah rawan bencana, seperti daerah aliran sungai dan lereng-lereng gunung yang berpotensi longsor,” ujar Agus Salim.
Dampak Sosial dan Ekonomi Bencana
Bencana alam yang melanda Sumatera Utara ini tidak hanya mengakibatkan kerugian jiwa, tetapi juga berdampak besar pada perekonomian masyarakat. Ribuan rumah hancur, lahan pertanian rusak, dan ribuan hewan ternak hilang akibat banjir dan longsor. Banyak warga yang terpaksa mengungsi dan tinggal di tempat penampungan darurat, menjadikan pemulihan pasca-bencana menjadi tantangan besar.
“Kami memahami bahwa dampak dari bencana ini sangat besar, tidak hanya dalam hal korban jiwa tetapi juga dalam kerugian materiil.
Selain itu, sektor pendidikan juga terhambat karena banyak sekolah yang rusak dan terendam air.
Kebutuhan Bantuan dan Solidaritas Masyarakat
Warga yang terdampak bencana sangat membutuhkan bantuan logistik, terutama makanan, air bersih, selimut, pakaian layak pakai, dan peralatan medis. Tim SAR dan relawan terus bekerja tanpa lelah untuk mengumpulkan dan menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Selain bantuan dari pemerintah, banyak masyarakat dan lembaga sosial yang turut turun tangan, menggalang dana, dan mengirimkan barang-barang kebutuhan untuk para korban. Solidaritas masyarakat Sumut sangat terasa dalam situasi ini, dengan banyaknya warga yang membuka tempat pengungsian sementara dan menyediakan makanan bagi para pengungsi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penanggulangan bencana ini. Bantuan yang datang dari masyarakat dan berbagai organisasi sangat berarti bagi kami,” ujar Kepala BPBD Sumut, Agus Salim.
Kepedulian Pemerintah Pusat
Pemerintah pusat, melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), juga telah mengirimkan bantuan darurat berupa logistik, alat berat, dan tim medis untuk mempercepat proses evakuasi dan penanganan korban. Menteri Sosial, Tri Rismaharini, menyatakan bahwa kementeriannya akan segera mengirimkan tim untuk memberikan bantuan kepada para korban bencana.
“Prioritas kami saat ini adalah memastikan bahwa kebutuhan dasar para korban dapat terpenuhi. Kami juga akan memberikan bantuan psikososial bagi mereka yang terdampak bencana,” kata Rismaharini dalam keterangan persnya.
Kesimpulan: Menghadapi Pemulihan yang Panjang
Bencana alam yang melanda Sumatera Utara telah menimbulkan dampak yang sangat besar, baik dari segi kerugian materiil maupun jumlah korban jiwa.
Peringatan dini dan antisipasi terhadap bencana lanjutan juga sangat penting untuk mengurangi risiko kerugian lebih lanjut.
Bagi korban yang selamat, dukungan psikologis, bantuan ekonomi, dan pemulihan infrastruktur akan menjadi tantangan utama ke depan. Semoga, dengan gotong royong dan kerja keras, Sumatera Utara dapat segera pulih dan bangkit dari bencana ini.

![petugas-damkar-satpol-pp-boyolali-memadamkan-api-yang-membakar-mobil-dalam-gudang-paket-di-boyolali-kamis-11122025-1765425800482_169[1]](https://isiserver.com/wp-content/uploads/2025/12/petugas-damkar-satpol-pp-boyolali-memadamkan-api-yang-membakar-mobil-dalam-gudang-paket-di-boyolali-kamis-11122025-1765425800482_1691-148x111.jpeg)
![643a6ea095ec0[1]](https://isiserver.com/wp-content/uploads/2025/12/643a6ea095ec01-148x111.jpg)
![20150812antarafoto-harga-daging-sapi-tinggi-12081015-apls-1[1]](https://isiserver.com/wp-content/uploads/2025/12/20150812antarafoto-harga-daging-sapi-tinggi-12081015-apls-11-148x111.jpg)
![pertamina-1764416444849_169[1]](https://isiserver.com/wp-content/uploads/2025/12/pertamina-1764416444849_1691-148x111.jpeg)
![Sejumlah-pengendara-melintas-di-area-Gerbang-Pintu-Tol-Masuk-Kecamatan-Medan-Helvetia[1]](https://isiserver.com/wp-content/uploads/2025/12/Sejumlah-pengendara-melintas-di-area-Gerbang-Pintu-Tol-Masuk-Kecamatan-Medan-Helvetia1-148x111.jpg)