, ,

Pengamat Belanda Ragukan Arab Saudi Bisa Bersaing di Piala Dunia

oleh -762 Dilihat

Binjai – Pengamat Belanda Ragukan Dominasi uang dalam sepak bola memang bisa mengubah banyak hal—tapi tidak segalanya. Meski Liga Pro Arab Saudi saat ini dihuni sederet bintang eks Eropa seperti Cristiano Ronaldo, Benzema, hingga Neymar, seorang pengamat sepak bola Belanda justru menyangsikan kekuatan timnas Arab Saudi di level Piala Dunia.

Dalam wawancara dengan media olahraga Belanda, pengamat yang juga eks pelatih Eredivisie itu menyebut:

“Saudi bisa beli pemain, tapi mereka belum menunjukkan bahwa mereka bisa mengembangkan sistem permainan tim nasional yang kompetitif. Piala Dunia butuh lebih dari sekadar nama besar.”


Piala Dunia: Ujian Sesungguhnya Bukan di Klub, Tapi di Negara

Pengamat Belanda Ragukan
Pengamat Belanda Ragukan

Baca Juga : Binjai Dukung Perayaan HUT Dewa Guang Ze Zun Wang Ke-140

Kritik ini bukan tanpa dasar. Arab Saudi memang mencetak sejarah di Piala Dunia 2022 dengan menumbangkan Argentina di laga pembuka. Tapi selebihnya, mereka tetap gagal lolos dari fase grup—sebuah pola yang nyaris selalu berulang dalam sejarah keikutsertaan mereka di turnamen tertinggi itu.

Menurut pengamat Belanda tersebut, ada tiga faktor yang membuat Arab Saudi sulit bersaing:

1. Minimnya Eksposur Pemain Lokal

Meski liga domestik gemerlap, pemain lokal Saudi justru tak banyak bermain di luar negeri. Kurangnya pengalaman internasional membuat mereka sulit beradaptasi dengan tekanan dan gaya bermain Eropa atau Amerika Latin.

2. Ketergantungan pada Bintang Asing

Transformasi liga Saudi lebih banyak dinikmati oleh pemain asing. Tapi timnas tetap bergantung pada talenta lokal yang belum sepenuhnya terasah.

3. Infrastruktur Tak Sama dengan Filosofi Sepak Bola

“Arab Saudi punya stadion dan fasilitas kelas dunia, tapi belum punya filosofi permainan yang matang dan berkelanjutan seperti Jerman, Belanda, atau Jepang,” ujar sang pengamat.


Piala Dunia 2026: Ujian Nyata Proyek Ambisius Arab Saudi

Arab Saudi sedang bersiap untuk tampil di Piala Dunia 2026 dengan target lebih tinggi. Mereka juga disebut berambisi menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034.

Tapi dunia sepak bola tahu, tuan rumah dan ambisi tak menjamin prestasi. Banyak negara dengan proyek besar justru kandas karena lupa bahwa tim nasional tak bisa dibangun semalam, apalagi dengan cek kosong.


Mampukah Saudi Membungkam Kritik?

Kritik dari pengamat Belanda ini bisa jadi cambuk atau malah bara. Jika Arab Saudi ingin membuktikan bahwa mereka bukan sekadar “negara pengoleksi pemain mahal”, maka Piala Dunia 2026 harus dijadikan ajang pembuktian.

Sejauh ini, federasi sepak bola Arab Saudi memang telah mendatangkan pelatih kelas dunia seperti Roberto Mancini. Tapi tetap saja, apakah strategi besar ini benar-benar bisa meracik skuad yang solid, bukan hanya glamor?

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.