Binjai – Warga Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, digegerkan oleh penemuan kerangka manusia di bawah sebuah pohon besar pada Kamis pagi.
Lokasi penemuan berada di kawasan kebun karet yang jarang dilalui orang, tepatnya di Dusun III, Desa Tumpatan, Kecamatan Beringin.
Kerangka manusia itu ditemukan oleh seorang warga yang sedang mencari kayu bakar di sekitar area tersebut.
Saat ini pertama kali ditemukan, kerangka dalam posisi terlentang dengan sebagian tulang berserakan di sekitar pohon.
Warga yang menemukan langsung melaporkan kejadian tersebut ke kepala desa setempat, yang kemudian meneruskan ke pihak kepolisian.
Tak butuh waktu lama, tim dari Polsek Beringin dan Inafis Polresta Deli Serdang langsung turun ke lokasi.
Garis polisi segera dipasang untuk mengamankan area dan mencegah warga mendekat
Polisi juga melakukan penggalian ringan di sekitar kerangka untuk mencari kemungkinan barang bukti tambahan.
Namun,iniĀ polisi menemukan potongan pakaian yang sudah lapuk dan sepatu yang masih menempel di kaki kiri.
Warga sekitar mengaku tidak pernah melihat atau mendengar ada orang hilang di desa mereka dalam beberapa bulan terakhir.
Namun, ada beberapa warga desa tetangga yang mengaku kehilangan anggota keluarga sejak awal tahun ini.
Kepolisian membuka jalur pelaporan bagi warga yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk mencocokkan data.
Kapolsek Beringin, AKP Hendri, mengatakan bahwa pihaknya sedang mengumpulkan data orang hilang dari wilayah Deli Serdang dan sekitarnya.
Baca Juga : Pergantian Jitu Luis Milla yang Mengantar Indonesia ke Semifinal
ini Ia menyebutkan bahwa proses identifikasi bisa memakan waktu karena kondisi kerangka yang sudah tinggal tulang belulang.
Polisi juga menyelidiki kemungkinan adanya tindak pidana di balik kematian ini, mengingat letak kerangka yang terpencil.
Di lokasi penemuan, tidak terlihat bekas luka di pohon atau tanda-tanda perlawanan di sekitar tanah.
Namun, ini keberadaan kerangka di bawah pohon besar itu menimbulkan banyak pertanyaan dari warga.
Beberapa warga menduga korban bisa saja meninggal karena kelelahan atau sakit saat melintas di wilayah tersebut.





