, ,

Jalan Depan Kampus Unimed Banjir Parah, Begini Penampakannya

oleh -128 Dilihat

Binjai – Jalan Depan Kampus Universitas Negeri Medan (Unimed). Jalan Raya depan kampus yang menjadi jalur utama bagi mahasiswa, dosen, dan warga sekitar terendam air setinggi hampir satu meter, mengakibatkan kemacetan panjang dan kesulitan bagi kendaraan yang melintas.

Banjir yang terjadi selama beberapa jam tersebut menyisakan pemandangan yang cukup memprihatinkan.

Beberapa kendaraan roda dua dan roda empat terjebak dalam genangan air, sementara para pejalan kaki harus berjalan hati-hati di atas genangan yang semakin tinggi.

Banjir ini bukan kali pertama terjadi di kawasan tersebut, namun kali ini intensitas dan dampaknya jauh lebih besar.

Penyebab Banjir di Depan Kampus Unimed

Berdasarkan keterangan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, hujan deras yang turun hampir sepanjang hari menyebabkan drainase di kawasan tersebut tidak mampu menampung debit air yang sangat besar.

Sistem drainase yang ada sudah sejak lama dinilai kurang optimal, dengan banyaknya sampah yang menyumbat saluran air, memperparah terjadinya genangan di sepanjang jalan depan kampus.

“Sistem drainase di sekitar kawasan Unimed memang sudah lama tidak diperbaiki, dan ini menjadi salah satu penyebab utama terjadinya banjir.

Selain itu, curah hujan yang sangat tinggi juga menjadi faktor penentu,” ujar Rizky Pratama, Kepala BPBD Kota Medan, dalam konferensi pers setelah kejadian tersebut.

Jalan Depan Kampus
Jalan Depan Kampus

Baca Juga: Pasokan Terhambat Banjir Harga Ikan di Binjai Naik-Banyak Pedagang Tutup

Selain masalah drainase, pembangunan infrastruktur yang tidak terkontrol dan semakin banyaknya bangunan di sekitar kampus Unimed juga turut berkontribusi pada permasalahan banjir. Lahan yang sebelumnya menyerap air kini banyak beralih fungsi menjadi gedung dan jalan aspal, yang mengurangi daya serap tanah. Hal ini menyebabkan air hujan tidak dapat meresap dengan baik dan mengalir ke saluran-saluran drainase yang sudah terbatas kapasitasnya.

Penampakan Banjir yang Menghantam Kawasan Kampus Unimed

Banjir yang melanda kawasan Unimed menyebabkan jalanan menjadi tidak dapat dilalui oleh kendaraan, terutama di sekitar pintu utama kampus. Beberapa mahasiswa yang hendak menuju kampus terpaksa berhenti di pinggir jalan atau mencari jalur alternatif. Sementara itu, kendaraan pribadi dan angkutan umum yang terjebak di tengah genangan air harus menunggu hingga air surut. Tak jarang, beberapa kendaraan yang kurang kuat menembus genangan terpaksa mogok.

Pemandangan banjir di depan kampus Unimed membuat banyak mahasiswa dan warga setempat mengungkapkan kekecewaannya. Di media sosial, beredar foto-foto dan video yang menunjukkan kedalaman air yang mencapai hampir satu meter di beberapa titik.

“Sudah sering begini, hujan sebentar saja, jalanan di sini langsung banjir. Terus terang kami sangat terganggu, terutama kalau sedang ada kuliah atau acara kampus, mahasiswa kesulitan datang ke kampus,” ujar Tina Sari, salah satu mahasiswa Unimed yang terjebak dalam genangan saat hendak masuk ke kampus.

Para pedagang terpaksa menutup sementara usahanya hingga air surut.

Dampak Banjir bagi Masyarakat dan Kampus Unimed

Banjir yang terjadi mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat sekitar, terutama mahasiswa dan staf pengajar Unimed yang hendak menuju kampus.

Banyak yang terpaksa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mencari jalan alternatif atau menunggu genangan air surut.

Di sisi lain, pihak kampus Unimed juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi ini. Kampus yang terletak di kawasan yang rawan banjir seharusnya sudah memiliki solusi untuk mengatasi masalah banjir yang terjadi secara berulang.

“Sebagai kampus yang memiliki ribuan mahasiswa dan staf, kami sangat prihatin dengan kondisi ini. Selain menyebabkan gangguan aktivitas, banjir juga berdampak pada kenyamanan dan keselamatan warga kampus. Kami berharap ada langkah konkret dari pemerintah setempat untuk memperbaiki infrastruktur drainase dan mengurangi risiko banjir di sekitar kampus,” kata Dr. Haris Kurniawan, Wakil Rektor III Unimed.

Upaya Penanggulangan dan Solusi

Pemerintah Kota Medan telah menanggapi kejadian ini dengan cepat. BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum langsung terjun ke lokasi untuk melakukan pembersihan saluran drainase yang tersumbat dan melakukan pemantauan terhadap kondisi jalanan yang terendam. Pembersihan sampah di saluran drainase menjadi salah satu prioritas utama agar aliran air bisa kembali lancar.

Namun, pembersihan drainase bukanlah solusi jangka panjang. Pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum, menyatakan bahwa mereka sedang merencanakan perbaikan besar-besaran pada sistem drainase di kawasan kampus Unimed dan daerah sekitar.

Selain itu, Pemerintah Kota Medan juga berencana untuk melakukan evaluasi terhadap pembangunan yang ada di sekitar kampus, dengan memastikan bahwa setiap proyek pembangunan baru mempertimbangkan aspek keberlanjutan lingkungan dan penanggulangan banjir.

 Kami juga mengimbau agar masyarakat turut berpartisipasi dalam menjaga kebersihan saluran air dan tidak membuang sampah sembarangan,” ujar Rizky Pratama, Kepala BPBD Kota Medan.

Tanggapan Mahasiswa dan Warga

Banjir di depan kampus Unimed ini memicu berbagai reaksi dari mahasiswa, dosen, dan masyarakat sekitar. Banyak mahasiswa yang berharap agar perbaikan infrastruktur drainase menjadi prioritas agar mereka tidak lagi terhambat oleh banjir saat melaksanakan aktivitas kampus. Sebagian besar dari mereka juga berharap ada solusi yang lebih permanen, sehingga kampus dan kawasan sekitar bisa lebih aman dari bencana banjir yang semakin sering terjadi.

“Semoga ini bisa menjadi perhatian serius dari pihak kampus dan pemerintah. Kita tidak hanya ingin solusi jangka pendek, tapi juga perbaikan yang berkelanjutan, karena banjir sudah sering terjadi di sini,” ujar Budi Santoso, mahasiswa Unimed lainnya.

Penutup: Harapan untuk Solusi Jangka Panjang

Banjir yang terjadi di depan kampus Unimed menjadi gambaran betapa pentingnya perhatian terhadap perbaikan infrastruktur kota, khususnya yang terkait dengan pengelolaan air hujan dan drainase. Masalah banjir ini bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan keselamatan masyarakat, terutama di kawasan yang padat penduduk dan aktifitas seperti Unimed.

 Semoga, ke depan, tak ada lagi genangan air yang menghalangi aktivitas kampus, dan setiap orang yang tinggal atau beraktivitas di sekitar kawasan Unimed bisa merasa aman dan nyaman.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.