Binjai – Bocah SD Pekanbaru sekolah dasar (SD) berusia 10 tahun ditemukan meninggal dunia pada Senin (22/11). Korban, yang diketahui berinisial AL, diduga menjadi korban bullying di sekolah tempatnya menuntut ilmu.
Kematian AL mengejutkan banyak pihak dan menimbulkan pertanyaan besar tentang keamanan dan perlindungan terhadap anak-anak di lingkungan pendidikan.
AL, siswa kelas 5 di SDN 05 Pekanbaru, ditemukan oleh orangtuanya dalam kondisi tergeletak tak sadarkan diri di kamar tidurnya pada pagi hari.
Meskipun sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawanya tidak tertolong. Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga bahwa kematian AL terkait dengan dugaan tindak perundungan (bullying) yang dialami korban di sekolah, meskipun hingga saat ini pihak kepolisian belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait penyebab pasti kematiannya.
Bocah SD Pekanbaru Kronologi Kejadian dan Dugaan Bullying
Menurut keterangan orangtua korban, Budi (45) dan Siti (42), AL sempat mengeluhkan rasa sakit di bagian tubuhnya pada hari Minggu malam sebelum kejadian.
“Dia bilang sakit di perut dan punggung, tapi saya kira cuma capek sekolah. Dia sempat tidur lebih awal,” ujar Siti, ibu korban, dengan suara terbata-bata.
“Pagi-pagi saya terkejut saat melihat dia sudah tidak bergerak di tempat tidurnya. Saya segera membawanya ke rumah sakit, tapi sudah terlambat.”

Baca Juga : BMKG Ingatkan Sejumlah Daerah di Sumut Potensi Diterpa Cuaca Ekstrem
Sebelum peristiwa tersebut, AL diketahui pernah mengeluhkan tentang perlakuan buruk yang diterimanya dari beberapa teman sekelas.
Beberapa hari sebelum kematiannya, AL bercerita kepada orangtuanya bahwa ia sering mendapat ejekan dan perlakuan kasar, baik secara fisik maupun verbal, dari sekelompok anak-anak di sekolahnya.
Budi, sang ayah, menjelaskan, “Dia bilang temannya sering menertawakannya dan menyebutnya dengan nama panggilan yang tidak enak. Bahkan, kadang dia dipukul atau ditendang saat istirahat.” Menurut informasi dari beberapa teman dekat AL, ia sering dijadikan sasaran ejekan karena berat badan yang dianggap lebih besar dibandingkan teman-temannya.
Namun, meskipun sudah ada keluhan tersebut, orangtua AL tidak pernah menerima laporan resmi dari pihak sekolah mengenai kejadian tersebut.
Bahkan, menurut pengakuan beberapa teman sekelas AL, tindak kekerasan di sekolah sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir, tetapi tidak ada tindakan tegas dari guru maupun pihak sekolah untuk menghentikan perundungan tersebut.
Kematian AL Menarik Perhatian Publik
Kematian AL langsung mencuatkan protes dan kepedulian dari banyak pihak, terutama orangtua siswa, aktivis pendidikan, dan masyarakat luas. Kejadian ini memunculkan kembali perdebatan tentang pentingnya penanganan kasus bullying di sekolah dan bagaimana perlindungan terhadap anak-anak perlu diperkuat.
Wali Kota Pekanbaru, Firdaus MT, dalam pernyataannya menyampaikan rasa keprihatinannya atas peristiwa tersebut.
“Saya sangat terkejut dan sedih mendengar kabar tentang meninggalnya AL. Ini adalah tragedi besar bagi dunia pendidikan kita.
Kami akan segera menginvestigasi kasus ini dengan serius dan memastikan bahwa pihak yang bertanggung jawab di sekolah dan di luar sekolah diusut secara hukum,” ujarnya.
Wali kota juga menegaskan bahwa pemerintah kota akan segera mengeluarkan kebijakan untuk memperketat pengawasan terhadap perilaku perundungan di sekolah-sekolah, baik di tingkat SD hingga SMA.
“Perundungan adalah masalah serius yang harus diberantas, tidak hanya di sekolah, tetapi juga di masyarakat,” tambah Firdaus.
Penyelidikan Polisi dan Dugaan Kekerasan di Sekolah
Pihak kepolisian yang menangani kasus ini, melalui Kepala Polresta Pekanbaru, AKBP Mulyadi, menyatakan bahwa mereka sedang melakukan penyelidikan mendalam terkait penyebab kematian AL. “Kami sudah memeriksa beberapa saksi, termasuk teman-teman sekolah korban, serta pihak sekolah,” kata Mulyadi. “Saat ini, kami masih menunggu hasil otopsi dari rumah sakit untuk memastikan apakah kematian korban disebabkan oleh kekerasan fisik atau faktor lainnya.”
Sementara itu, pihak keluarga korban telah melaporkan kejadian ini ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
Reaksi dari Komunitas Pendidikan dan Masyarakat
Peristiwa tragis ini menggugah banyak pihak untuk lebih serius menangani masalah bullying di sekolah. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengeluarkan pernyataan bahwa sekolah-sekolah di Indonesia perlu memiliki sistem yang lebih baik dalam mendeteksi dan menangani kasus perundungan. “Bullying bisa berdampak buruk pada psikologis anak-anak, bahkan bisa berujung pada tragedi seperti yang terjadi pada AL. Sekolah harus lebih tanggap terhadap perilaku yang merugikan anak,” ungkap Tulus Abadi, Ketua YLKI.
Selain itu, banyak orangtua yang merasa cemas dan kecewa atas kejadian ini. Dewi (38), seorang ibu dari dua anak, menuturkan, “Ini sangat mengejutkan. Bagaimana bisa perundungan terjadi di sekolah yang seharusnya jadi tempat yang aman bagi anak-anak? Kami sebagai orangtua merasa khawatir anak-anak kami menjadi korban berikutnya.”
Upaya Peningkatan Kesadaran tentang Bahaya Bullying
Kesimpulan: Tragedi yang Harus Menjadi Peringatan
Kematian AL di Pekanbaru merupakan tragedi yang tidak hanya menyentak keluarga korban, tetapi juga seluruh masyarakat. Kasus ini mengingatkan kita bahwa bullying adalah masalah serius yang harus diatasi dengan pendekatan yang komprehensif.

![petugas-damkar-satpol-pp-boyolali-memadamkan-api-yang-membakar-mobil-dalam-gudang-paket-di-boyolali-kamis-11122025-1765425800482_169[1]](https://isiserver.com/wp-content/uploads/2025/12/petugas-damkar-satpol-pp-boyolali-memadamkan-api-yang-membakar-mobil-dalam-gudang-paket-di-boyolali-kamis-11122025-1765425800482_1691-148x111.jpeg)
![643a6ea095ec0[1]](https://isiserver.com/wp-content/uploads/2025/12/643a6ea095ec01-148x111.jpg)
![20150812antarafoto-harga-daging-sapi-tinggi-12081015-apls-1[1]](https://isiserver.com/wp-content/uploads/2025/12/20150812antarafoto-harga-daging-sapi-tinggi-12081015-apls-11-148x111.jpg)
![pertamina-1764416444849_169[1]](https://isiserver.com/wp-content/uploads/2025/12/pertamina-1764416444849_1691-148x111.jpeg)
![Sejumlah-pengendara-melintas-di-area-Gerbang-Pintu-Tol-Masuk-Kecamatan-Medan-Helvetia[1]](https://isiserver.com/wp-content/uploads/2025/12/Sejumlah-pengendara-melintas-di-area-Gerbang-Pintu-Tol-Masuk-Kecamatan-Medan-Helvetia1-148x111.jpg)