Binjai – Bulog Sumut lakukan pengecekan Perum Bulog Divre Sumatera Utara melakukan langkah proaktif dengan terjun langsung ke lapangan untuk mengecek kualitas dan ketersediaan gabah kering panen (GKP) dari para petani lokal.

Baca Juga : Kepala BSSN sebut TTIS di seluruh pemda perkuat keamanan siber
Beberapa petani mengeluhkan cuaca mendung dan minimnya fasilitas pengeringan, yang membuat proses pengeringan alami menjadi lebih lambat.
Bulog juga sedang menjajaki kerja sama dengan dinas pertanian dan koperasi lokal untuk menyediakan fasilitas dryer mobile di beberapa titik.
Selain itu, Bulog berkomitmen untuk menyerap gabah petani secara langsung, tanpa perantara tengkulak, untuk menghindari permainan harga di lapangan.
Bulog juga menggandeng Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan pemerintah kabupaten/kota untuk mempercepat proses penyerapan dan memperkuat sinergi lintas sektor.
Dalam beberapa titik, Bulog telah mulai mengontrak penggilingan lokal untuk membantu proses pengeringan dan penyimpanan gabah petani.
Pengecekan ini juga menjadi bagian dari antisipasi ancaman krisis pangan global yang bisa memengaruhi pasokan dan harga beras dalam negeri.
Dedy menyebut, dengan menyerap gabah lokal secara optimal, Indonesia bisa mengurangi ketergantungan pada impor, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik dunia.
Beberapa petani di Labuhan Batu mengaku kehilangan sebagian hasil panen karena gabah membusuk akibat cuaca lembap dan tempat penyimpanan tidak memadai.
Bulog mengimbau kepada petani untuk segera menghubungi kantor perwakilan atau mitra Bulog terdekat apabila memiliki stok gabah yang siap jual.
Kami hadir tidak hanya sebagai pembeli, tapi sebagai mitra strategis petani,” ucap Dedy dalam sambutannya di salah satu lokasi kunjungan.
Menurut data Bulog Sumut, hingga akhir Agustus 2025, penyerapan gabah di wilayah Sumut sudah mencapai sekitar 28.000 ton namun target akhir tahun masih jauh di atas angka tersebut.
Selain GKP, Bulog juga menyiapkan program penyerapan gabah kering giling (GKG) dengan harga dan standar yang berbeda, sesuai regulasi yang berlaku.
Upaya ini merupakan bagian dari stabilisasi pasokan dan harga beras yang kerap berfluktuasi, terutama menjelang akhir tahun dan musim paceklik.

![kek-lido-6427d8447b422[1]](http://isiserver.com/wp-content/uploads/2025/09/kek-lido-6427d8447b4221-148x111.jpg)
![sawah-lukis[1]](http://isiserver.com/wp-content/uploads/2025/09/sawah-lukis1-148x111.jpg)

