, ,

9 TPS Liar di Jakbar Ditutup, Akan Diganti Taman dan Urban Farming

oleh -163 Dilihat

Binjai – 9 TPS Liar Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat akhirnya menutup sembilan tempat pembuangan sampah (TPS) liar yang selama ini menjadi sumber bau tak sedap dan tumpukan sampah di beberapa titik jalan utama. Penutupan dilakukan sejak awal November 2025 sebagai bagian dari program penataan lingkungan dan pengurangan sampah di sumbernya. Menariknya, area bekas TPS tersebut tidak akan dibiarkan kosong, melainkan akan disulap menjadi taman hijau dan lahan urban farming (pertanian kota) bagi warga sekitar.

Langkah ini merupakan implementasi dari arahan Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, yang menekankan pentingnya menciptakan ruang hijau produktif sekaligus mengurangi timbulan sampah di kawasan perkotaan.

9 TPS Liar
9 TPS Liar

🗑️ TPS Liar Jadi Sorotan Warga dan Pemkot

Baca Juga : Jerman Kembalikan Patung Nefertiti ke Mesir?

Selama bertahun-tahun, TPS liar di Jakarta Barat menjadi masalah klasik yang sulit diatasi. Banyak warga membuang sampah rumah tangga di lahan kosong atau di tepi jalan karena jarak ke TPS resmi cukup jauh.

Menurut Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Barat, Agus Saputra, total ada sembilan titik TPS liar yang telah ditutup sejak 1 November 2025. Lokasi-lokasi tersebut tersebar di beberapa kecamatan, antara lain Cengkareng, Kalideres, Palmerah, dan Kebon Jeruk.

“Kami sudah menutup sembilan TPS liar yang selama ini menjadi tempat pembuangan tidak resmi. Penutupan dilakukan dengan pembersihan total dan pemasangan spanduk larangan,” ujar Agus, Jumat (8/11/2025).

“Kami bekerja sama dengan lurah dan RT/RW agar ada pengawasan langsung di lapangan. Kalau dibiarkan, TPS liar bisa tumbuh lagi,” jelasnya.


🌱 Berubah Jadi Taman dan Lahan Urban Farming

Berbeda dari penutupan sebelumnya yang hanya menutup lahan tanpa pemanfaatan, kali ini Pemkot Jakbar ingin menjadikan bekas TPS sebagai ruang hijau produktif.

Rencana ini sejalan dengan program Jakarta Kota Berketahanan Iklim, yang mendorong setiap wilayah memiliki taman produktif dan area penghijauan baru.

“Lahan bekas TPS liar akan kami manfaatkan jadi taman hijau dan area urban farming. Warga nanti bisa menanam sayur, cabai, tomat, atau tanaman obat keluarga (toga). Selain mempercantik kota, juga bisa bermanfaat ekonomi,” terang Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto, saat meninjau lokasi eks TPS di kawasan Daan Mogot.

Menurut Uus, beberapa titik bahkan akan dijadikan taman komunitas kecil yang dilengkapi tempat duduk, mural edukatif tentang kebersihan, dan area vertikal garden.

“Kami ingin masyarakat merasa memiliki dan menjaga area itu bersama. Kalau lingkungannya hijau dan bersih, semua akan merasakan manfaatnya,” tambahnya.


đź§ą Kolaborasi dengan Warga dan Komunitas Lingkungan

Program ini tak dilakukan sepihak oleh pemerintah.

Salah satu lokasi yang paling cepat berubah adalah bekas TPS liar di Kawasan Rawa Buaya, Cengkareng. Kini, lahan seluas 300 meter persegi itu sudah mulai ditanami kangkung, sawi, cabai, serta tanaman hias oleh kelompok warga setempat.

“Dulu baunya luar biasa, tiap pagi orang malas lewat sini. Sekarang sudah bersih, banyak tanaman, dan adem. Kami bangga bisa ikut rawat tempat ini,” ujar Yuliana (42), warga RT 07/RW 02 Rawa Buaya.

Selain bercocok tanam, beberapa warga juga memanfaatkan lahan tersebut untuk mendaur ulang sampah organik menjadi kompos. Hasilnya digunakan kembali untuk menyuburkan tanaman di taman kecil itu.

“Kami ingin mengubah mindset, bahwa sampah bukan akhir dari segalanya, tapi bisa jadi sumber kehidupan baru,” kata Ferry Simanjuntak, salah satu relawan komunitas lingkungan “Hijau Bareng Jakbar”.


🌍 Upaya Jangka Panjang Kurangi Timbulan Sampah

“Kalau warga bisa mengolah sampah organik di rumah, lalu punya lahan hijau seperti ini, maka ketergantungan pada TPA bisa berkurang. Ini bukan cuma proyek kebersihan, tapi perubahan pola hidup,” ujar Agus Saputra.

Selain itu, Pemkot Jakbar juga berencana menambah bank sampah digital di setiap kelurahan. Nantinya, warga bisa menukarkan sampah anorganik seperti plastik dan botol dengan poin yang bisa ditukar sembako atau pulsa.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.